17 Jan 2013

Aku Mencintaimu, Mas Fahri...

Ini sungguh mimpi buruk!!! Itu yang selalu aku rasakan ketika menjalani pernikahan bersamanya. Pernikahan yang sudah aku bangun sekitar dua tahun lamanya. Tak pernah ada cinta, tak pernah ada sayang, yang ada hanyalah penuh sesak dalam dada.

Dua tahun aku merasa tersiksa dengan semua ini. Menikah dengan pilihan orangtua yang tak pernah aku mengenalnya sebelumnya. Semua terjadi karena orang yang aku cinta harus menikah dengan orang lain.

Selama berbulan-bulan aku hidup dalam kesedihan setelah dia memutuskan pergi dari hidupku dan memilih merangkai cerita baru dengan orang lain. Hidupku hampa tanpa cinta sampai akhirnya orangtuaku memutuskan untuk menjodohkan aku dengan suamiku sekarang.

Aku berfikir saat itu aku bisa bahagia dengannya dan melupakan semua masa laluku. Namun semua tak seindah bayanganku. Sampai aku diberi karunia terindahpun, seorang bidadari kecil, aku tetap tidak pernah merasakan keindahan dan kebahagiaan itu. Pikiran dan anganku terus melayang pada dia yang sudah mencampakkan aku.

14 Jan 2013

Ayahku Bukan Koruptor

Bunyi handphone membangunkanku pagi itu, aku lihat ternyata Arni kirim pesan singkat yang mengabarkan kalau hari ini dia tidak bisa masuk sekolah karena sakit.

“Cepet sembuh Ni...” jawab sms balasanku singkat.

Aku bangun dari tempat tidur, kubawa handuk yang masih tergantung dibalik pintu kamarku dan bergegas mandi.

“Segarnya...” bisikku setelah mandi.

Aku melihat Ibu sedang duduk di meja makan untuk menemaniku sarapan. Senyuman Ibu memang selalu melumerkan suasana. Sudah enam bulan lamanya, hanya Ibu yang menemani hari-hariku. Tidak ada Ayah.

Setelah sarapan, aku pamitan untuk segera pergi sekolah. Langkah demi langkah aku tinggalkan rumah kontrakan ini.  Rumah kecil yang Ibu kontrak dari berdagang pakaian dari rumah ke rumah.

2 Jan 2013

Melihatmu Dalam Tangis

Ada yang pernah berkata padaku tentang tetesan air mata. Katanya air mata itu adalah pembasuh luka. Ada juga yang bilang padaku bahwa air mata itu itu penguat hati. Mungkin harus aku setujui pendapat itu karena saat ini aku sedang ditemani air mata.

Seharusnya air mata ini tidak pernah ada jika dia masih bersamaku. Namun aku harus bahagia ketika aku bisa melepasnya pergi untuk kembali ke seseorang yang dia cintai, bukan aku. Dari awal harusnya aku tak pernah menyetujui keinginan temanku tentang rencana gilanya. Namun karena dia terus mendesakku untuk melakukan ini, akhirnya aku setujui demi persahabatan kita. Kita sudah bersahabat sekitar 15 tahun, bukan hanya dia yang aku kenal, tapi hampir semua keluarganya dekat denganku. Aku sudah anggap dia seperti saudaraku sendiri.

Andi…dialah sahabat terbaikku. Semua yang dia alami selalu dia ceritakan padaku. Hal yang membuat dia bahagia ataupun sedih. Begitupun dengan aku padanya. Sungguh aku tak pernah mengira, melihat kondisi Andi saat ini. Akibat kecelakaan lalu lintas seminggu yang lalu kondisi Andi berubah 180 derajat. Andi yang aku kenal sebagai sosok yang ceria, kini berubah menjadi seorang yang pemurung.  Akibat kecelakaan itu, kedua kaki Andi tidak bisa berfungsi lagi. Andi lumpuh. Kini Andi hanya bisa ditemani dengan kursi roda jika dia ingin pergi kemana-mana.

***

Siang itu Andi meneleponku, dia ingin bertemu denganku. Berhubung aku sedang libur kerja, aku langsung datang ke tempat dia. Jujur aku sempat kaget dengan keinginan dia. Aku bisa melakukan apapun tapi tidak dengan keinginannya itu. Tanpa aku tahu, Andi mempunyai seorang kekasih yang sudah dia kenal sekitar dua tahun. Andi memang tertutup jika menyangkut urusan perasaan. Bahkan dia punya pacarpun aku sampai tak pernah tahu.