7 Okt 2013

Dua Tempat

Masa lalu...setiap orang pasti punya masa lalu. Indah ataupun sebaliknya. Begitupun dengan aku. Entah sampai kapan perasaan ini akan hilang.

Aku seorang laki-laki yang terlihat kuat. Aku seorang laki-laki yang mempunyai tanggungjawab besar terhadap keluargaku. Bukan hanya pada anak dan istriku, tapi juga pada Ibu dan adik-adikku. Aku dikenal orang sebagai laki-laki tangguh yang hampir tak pernah mengeluh.

Namun aku hanya manusia biasa yang ketika mengingatnya hatiku terasa teriris. Wanita yang pernah mencintaiku begitu dalam dan aku tinggalkan begitu saja.

Aku akui, saat itu banyak sekali wanita yang jatuh cinta padaku. Entah kenapa, akupun tak pernah mengerti, namun itulah kenyataannya. Termasuk dia...wanita yang sangat mencintaiku dengan kondisi apapun.

Aku mengenalnya lewat teman dekatku. Aku tidak tahu sebelumnya padahal kita satu sekolah. Dia memang tidak begitu dikenal orang, makanya ketika aku berkenalan dengannya aku sempat heran, kenapa aku baru melihat sosok dia. Tapi tak masalah buatku.

Penyesalan Tak Berujung

Rifa anakku, aku selalu ingin memanggilnya, aku selalu ingin memeluknya dan aku selalu ingin disampingnya setiap saat. Ini sebuah penyesalan terpanjang dalam hidupku dan tidak akan pernah berujung.

***

Aku mempunyai masa lalu yang sangat kelam. Menjadi wanita simpanan seorang direktur sebuah perusahaan memang membuatku harus kehilangan segalanya, termasuk anak perempuanku Rifa.

Aku mengenal laki-laki itu ketika aku bekerja di perusahaannya. Laki-laki dengan perawakan nyaris sempurna. Sukses dan sangat baik. Pak Anton namanya.

Aku memang berasal dari keluarga yang sederhana. Namun aku punya fisik yang kata orang sangat cantik. Aku seorang wanita yang mandiri, supel dan cerdas. Tak sedikit laki-laki yang mendekatiku dan jatuh cinta padaku. Namun aku sudah janji, aku akan mencari laki-laki kaya untuk memperbaiki perekonomianku dan keluargaku. Mungkin Pak Anton laki-laki yang cocok untukku.

Aku selalu mencoba untuk mendekati Pak Anton, walaupun aku tahu beliau sudah berkeluarga. Bukan hal yang sulit untuk mendekatinya, karena aku punya fisik yang tak bisa diragukan. Pelan-pelan namun pasti akhirnya aku bisa meraihnya.

1 Okt 2013

Kekagumanku

Kerja praktek salah satu mata kuliah ini membuatku merasa tak nyaman. Kami diharuskan melaksanakan kerja praktek ini disalah satu desa, walaupun memang bukan desa terpencil. Kurang lebih satu bulan penuh Kami disana. Aku tak suka sawah, aku juga tak suka lumpur, tapi demi sebuah nilai, akupun harus memaksakan diri melewati itu semua.

Perbekalan selama satu bulan sudah aku persiapkan. Pakaian, makanan dan keperluan lainnya, aku  tinggal berangkat. Timku ada lima orang, dua perempuan dan tiga orang laki-laki. Semua sahabatku, jadi tidak terlalu sulit untuk kita beradaptasi satu sama lainnya.

Perjalanan Kami cukup panjang dan melelahkan. Tak terasa pedesaan yang akan Kami tinggali selama satu bulan sudah didepan mata. Aku melihat pemandangan yang sungguh indah yang belum pernah aku lihat sebelumnya.

Kami mengunjungi kantor kepala desa terlebih dahulu untuk melapor dan meminta izin tinggal didaerah ini. Ketika Kami menginjakan kaki di tanah, Kami disuguhi pemandangan sawah yang terhampar luas bak permadani hijau. Sungguh indah…Namun tetap saja aku tak suka suasana seperti ini.