Aku sudah bertahun-tahun menjalin
hubungan dengan Mas Teguh. Aku memang tak menyalahkan siapapun dalam masalahku.
Semua terjadi karena memang sudah jalan Tuhan. Aku harus melepaskan cintaku
demi sebuah cinta yang lain.
Mas Teguh adalah temanku sejak
kita duduk di bangku kuliah. Dia adalah orang yang selalu ada disaat aku
membutuhkan pertolongan. Mas Teguh memang satu angkatan denganku, tapi usia dia
tiga tahun diatas aku. Setelah lulus SMA, dia memilih bekerja dulu selama dua
tahun, katanya untuk membiayai kuliahnya.
Aku tahu hidup Mas Teguh seperti
apa. Tingkat perekonomian keluarganya bisa dibilang sangat minim. Saat itu pun
dia kuliah sambil bekerja disebuah bengkel milik teman Ayahnya. Tapi melihat
perjuangan hidupnya yang keras, aku merasa Mas Teguh ini adalah orang yang
kuat. Mungkin itu yang membuat aku jatuh cinta padanya.
***
Aku adalah anak bungsu dari dua
bersaudara. Kakakku perempuan. Dia sudah menikah dan mempunyai anak. Kakakku
menikah dengan Mas Angga, seorang pengusaha muda yang sukses. Jadi, bisa
dibilang hidup Kakakku sudah sejahtera. Tapi itu beberapa tahun yang lalu
sebelum perusahaan Mas Angga mengalami kebangkrutan.