Sudah lima tahun
aku bekerja di kota besar ini, Jakarta. Setiap hari aku melihat gedung yang tinggi,
jalanan besar yang setiap hari dipenuhi ribuan kendaraan. Permasalahan macet
yang sampai sekarang masih menjadi permasalahan utama di kota ini.
Aku, bukan orang
yang bekerja didalam gedung tinggi itu, aku juga bukan orang yang berada
didalam kendaraan yang selalu terjebak dalam kemacetan itu. Aku hanya seorang
manusia yang bekerja sebagai tukang koran yang menjajakan daganganku dari sau kendaraan ke kendaraan yang lain. Itulah aku…
Penghasilanku
setiap hari tidaklah banyak, hanya cukup untuk makan sehari-hari. Terkadang
untuk makanpun sulit. Keinginan untuk mudik lebaranpun selalu pupus, karena
keadaan ekonomiku yang masih semerawut, padahal aku sangat rindu Ibu dan Adikku di kampung. Ayahku sudah
meninggal sejak aku masih duduk di bangku SD. Ibu menjadi tulang punggung saat itu. Sekarang, dengan penghasilanku
seperti ini, aku belum bisa membahagiakan Ibu dan Adikku.
Sudah lima
tahun, aku tidak berjumpa dengan beliau. Aku tahu, berapa besar rasa rindu
beliau untukku, dan begitupun aku. Aku selalu berharap, setiap hari raya tiba,
aku bisa pulang. Begitupun hari raya tahun ini.