Sore ini, Bandung 2 Januari 2007, hari selasa
tepatnya. Aku masih memandangi langit-langit kamar kostanku yang tak terlalu
besar. Jendela tua yang hampir lapuk dimakan rayap. Tembok yang sudah berganti
warna karena sudah pudar dimakan usia menemaniku saat ini. Masih berjuta
pertanyaan di benak yang aku sendiri tak tahu apa jawabannya.
“Kenapa harus aku...???” bisikku.
***
Bulan depan usiaku genap 34 tahun. Usia yang cukup matang untuk
berumah tangga. Bahkan teman-teman seusiaku hampir semua sudah mempunyai
keturunan. Ada yang sudah punya dua anak bahkan tiga anak. Sementara aku masih disini menunggunya. Entah
siapa “nya” yang aku maksud.
Aku masih percaya, Tuhan menciptakan manusia
berpasang-pasangan dan aku sangat yakin wanita baik akan dipasangkan dengan
seorang laki-laki yang baik. Itu yang selalu menjadi harapanku.
Doa tanpa usaha akan sia-sia dan begitupun
sebaliknya. Keegoisan diri merasuki pikiranku saat ini, aku merasa doa dan
usahaku sudah maksimal, namun kenapa aku selalu dipertemukan dengan orang yang
salah yang akhirnya harus pergi meninggalkan aku.