Cintaku tak akan pernah pergi, mungkin itu janji di hatiku
untuknya...untuk anakku...yang akan terus menjadi anakku sampai kapanpun...
***
Sembilan belas tahun yang lalu, putri kecilku
hadir dalam kehidupanku dan suamiku. Dia memang bukan lahir dari rahimku, namun
sungguh aku memberikan sepenuh hatiku untuknya.
Bayi mungil itu masih merah ketika sang Ibu yang tak lain adalah sahabatku
sendiri menyerahkan bayi itu padaku. Bayi yang dia anggap pembawa bencana
karena tak diharapkan kehadirannya. Dengan senang hati aku dan suamiku menerima
kehadiran bayi itu karena dua tahun lalu, aku divonis tak akan bisa mempunyai seorang anak.
Hari-hari yang sepi kini berubah ceria dengan
hadirnya dia. Dia anakku, karena aku lebih senang menyebutnya seperti itu. Aku beri
nama...PUTRI...Aku
harap dia menjadi seorang putri cantik, cantik jiwa dan raganya.