29 Feb 2012

Setiap Detik Adalah Pilihan


Pilihan...setiap manusia pasti pernah menghadapi suatu pilhan. Entah itu pilihan yang sulit ataupun pilihan yang mudah. Pilihan yang kita ambil terkadang bisa menyebabkan kesalahan ataupun sebaliknya.

Anita...gadis ini sudah beranjak dewasa. Usianya sekarang sekitar 28 tahun. Sudah cukup untuk membina rumah tangga. Namun sampai sekarang, dia belum memikirkan untuk menikah.

Hari itu, tak ada yang istimewa. Semua berjalan seperti biasa. Namun setiap langkah dalam melewati hari adalah pilihan buat Anita.

Handphone berdering, alarm yang sudah dia setting berbunyi. Terlihat wajahnya masih lesu karena semalam dia tidur larut sekali. Pekerjaan dari kantor terpaksa harus dia bawa ke rumah karena tak beres dia kerjakan di kantor. Terbersit dibenaknya untuk tidur lagi, namun tugas-tugas kantor mengajaknya untuk beranjak dari tempat tidur dan meninggalkan selimut yang seolah mengajaknya tidur kembali.

“Apa aku harus tidur lagi dan melanjutkan mimpi-mimpi indahku...ataukah aku harus terbangun dan meraih mimpi-mimpi itu?” Begitu bisiknya dalam hati.

25 Feb 2012

Seperti Buah Manggis


Kejujuran adalah harga yang sangat mahal bahkan mungkin tak bisa diukur oleh apapun. Tidak setiap orang mampu berkata jujur. Jujur kepada diri sendiri pun terkadang sangat sulit apalagi berkata jujur pada orang lain.

Terkisah ada sebuah keluarga baru.  Mereka baru menikah sekitar dua tahun lalu. Karier istrinya lebih maju pesat dibanding suaminya hingga mengakibatkan terjadinya kesenjangan sosial diantara mereka yang seharusnya tidak pernah terjadi.

Janji seorang istri yang akan menerima sang suami apa adanya pergi entah kemana, semua seolah hilang ditelan waktu. Sang istri berselingkuh dengan atasannya yang dia anggap mempunyai kelebihan apapun dibanding suaminya. Sementara suaminya masih dengan kesetiaannya ingin mengarungi bahtera rumah tangga.

21 Feb 2012

Lebih Dari Kata Cinta


Seandainya aku bisa memutar waktu, mengulang apa yang sudah terjadi dibelakang, pasti aku akan memperbaiki diriku. Menjadikan diriku seperti apa yang diinginkan istriku. Membahagiakannya dan tak akan pernah menyia-nyiakannya.

Kesalahan ini membuatku sadar, betapa berartinya dia dalam hidupku. Istri yang sudah memberiku dua jagoan kecil. Mendampingi aku dalam keadaan apapun. Selama hidup bersamaku, tak pernah aku mendengar keluhan-keluhannya walaupun aku sadar, aku belum mampu membahagiakannya. Tapi dia selalu berkata, ”Aku bahagia bersamamu....”.

Entah apa yang mendorong perasaanku untuk mencintai sosok lain selain istriku. Padahal aku sadar, aku sudah memiliki seorang bidadari yang belum tentu aku menemukan pada sosok lain. Tapi kenapa aku merasakan perasaan yang berbeda ketika aku mengenalnya.