10 Mar 2012

Ajari Aku Cinta


Cinta...setiap orang pasti pernah merasakan ini. Cinta tidak selalu digambarkan pada sebuah pasangan. Cinta pada sang Maha Pencipta harus diterapkan diatas segalanya. Cinta pada orangtua, sahabat, kerabat dan cinta pada yang lainnya. Cinta yang kita rasakan tersebut tentu berbeda porsi dan perlakuannya. Namun apakah kita memang sudah benar-benar merasakan cinta dengan apa yang sudah kita lakukan pada yang kita cintai.

Begitupun aku, akupun sama seperti yang lainnya yang pernah atau sedang merasakan cinta. Tapi terkadang aku merasa, apakah cinta yang kurasakan ini hanya di mulut saja, ketika apa yang aku lakukan tak seindah apa yang kuucapkan.

Aku sangat mencintai-NYA, begitu yang selalu aku ucapkan dalam hati. Aku sangat mencintai Sang Maha Segalanya. Cukup Engkau bagiku. Begitu yang selalu tertanam di hatiku.  Namun, ketika aku merasakan apa yang sudah aku perbuat, rasanya aku malu telah mengatakan itu. Terkadang aku suka lupa kewajiban yang harus aku tunaikan sebagai hamba. Harus aku ralat, bukan ‘LUPA’ tapi terkadang disengaja hanya karena kepentingan dunia.

3 Mar 2012

Aku Tak Sendiri Lagi


Suara anak-anak pengamen itu membuyarkan lamunanku siang itu. Mobil yang ku kendarai memang sering melintas di jalan yang banyak pengamen-pengamen cilik yang meminta sebagian uang kecil dari kantong setiap orang yang melintas disana termasuk aku.

“Terima kasih Om...”kata pengamen cilik itu setelah aku kasih uang receh. Aku hanya tersenyum.

Teringat masa kecilku ketika orangtuaku pergi meninggalkanku. Setelah Ayah meninggal, dua bulan kemudian Ibuku meninggal juga menyusul Ayah. Saat itu aku berfikir betapa hidup ini tak adil. Usiaku baru 10 tahun dan aku harus hidup sendiri.

Aku bekerja sebagai kuli panggul di warung Pak Harun. Beruntung sekali Pak Harun adalah orang yang sangat baik sekali membawaku sebagai pekerja beliau. Dengan gaji 20 ribu per hari cukup buat ku makan dan sebagian aku tabung untuk biaya sekolahku walau semua serba tak cukup.

Ketika Semua Sudah Terlambat


Bagiku seorang sahabat adalah orang kedua yang dekat dengan kehidupanku setelah keluargaku. Tapi aku tak mengerti kenapa perasaanku berubah setalah aku tahu kalau sahabatku menyimpan perasaan lain dengan calon istriku.

Dia tahu kalau wanita itu adalah calon istriku, tapi kenapa dia harus mendekatinya dan tak memperdulikan perasaanku sama sekali. Apa yang terlintas dibenaknya sampai dia begitu tega menghancurkan perasaanku.

Wanita yang sangat aku harapkan selalu ada disisiku dan menjadi istriku nanti juga tak mempunyai perasaan padaku sampai didetik-detik menjelang pernikahan kita, dia malah pergi dan memilih menikah dengan sahabatku itu. Sungguh sangat hancur perasaanku. Dua orang yang sangat aku cintai harus terpaksa pergi dari kehidupanku.

***

Kami bertiga sudah bersahabat sejak kecil. Rumah kita berada dalam satu komplek perumahan. Dari kecil sampai dewasa kita selalu hidup berdampingan. Tiara dan Arif, itulah sahabatku yang sekarang telah mengkhianatiku.