23 Des 2011

Kebahagiaanku Disini

Kuhentikan sejenak laju mobil yang sedang aku kendarai pagi ini. Aku melihat tetanggaku yang rumahnya terhalang sekitar empat atau lima rumah dari tempat tinggalku terlihat sedang sibuk membujuk anak semata wayangnya yang kira-kira masih berumur lima tahun. Aku hanya menerka-nerka mungkin sang anak tak mau ditinggalkan oleh Ibunya yang notabene adalah seorang wanita karir begitupun Ayahnya yang bekerja full time. Sang anak hanya ditemani seorang pembantu.

Kulajukan kembali mobil yang akan membawaku ke pasar swalayan. Rutinitas yang selalu aku lakukan setiap dua atau tiga hari sekali sejak aku resmi menjadi ibu rumah tangga di kota ini. Pikiranku melayang mengingat kehidupanku beberapa tahun yang lalu.

Tak berbeda dengan sang Ibu tadi. Ketika aku harus bekerja dari pagi sampai sore bahkan jika pekerjaanku menuntutku untuk segera menyelesaikannya, aku harus bekerja sampai larut malam. Begitulah kehidupanku dulu.

22 Des 2011

Indah Pada Saatnya


Seorang Kakak beradik yang tinggal di suatu desa terpencil sedang asyik ngobrol. Sang Kakak yang sangat menyayangi Adiknya selalu dengan sabar menanggapi dan menjawab semua pertanyaan Adiknya yang masih berusia sekitar enam tahun. Kepolosan masih tersirat diraut muka Adiknya. Sesekali Kakaknya tersenyum setiap Adiknya memberikan pertanyaan.

Ada satu pertanyaan Adiknya yang mengganjal di hati, ketika sang Adik bertanya kenapa mereka hidup susah. Makan seadanya, tidurpun harus berbagi tempat, sekolahpun mengandalkan uluran orang-orang dermawan. Tersentak sang Kakak mendengar pertanyaan itu, sangat mustahil sebenarnya pertanyaan itu keluar dari mulut anak yang masih berusia enam tahun.

Seketika  itu sang Kakak mengajak Adiknya pergi ke suatu tempat. Awalnya sang Adik merasa keheranan. Masa untuk menjawab pertanyaan begitu saja, sang Kakak tak bisa menjawab, malah mengajaknya pergi. Namun, akhirnya sang Adik menuruti Kakaknya untuk pergi ke suatu tempat.

Perhiasan Hati

Keikhlasan…memang suatu harta yang sangat berharga. Bila persoalan dan permasalahan hidup bisa dijalani dengan ikhlas pasti akan terasa lebih ringan walaupun awalnya dirasa sangat berat.

Begitupun dengan hidupku. Satu bulan menjelang hari pernikahanku, hari bahagia menurut impianku. Aku juga berharap hari ini akan menjadi hari bahagia pula untuk pasanganku. Wanita sholehah yang telah aku pilih dan aku yakin aku tak akan salah pilih. Namun ternyata kenyataan tak seindah mimpi.

***

Aku mengenal wanita ini sekitar enam bulan yang lalu. Wanita yang hampir menjadi istriku. Wanita yang selalu memakai jilbab putih. Cantik, anggun dan menarik. Kutemui dia di sekolah tempat mengaji adikku saat aku mengantar adik belajar mengaji. Saat itu hujan deras sekali, aku tidak mungkin pulang dengan sepeda motorku. Kuputuskan untuk menunggu adikku sampai selesai belajar mengaji. Tak lama hanya sekitar dua jam.