Kuhentikan
sejenak laju mobil yang sedang aku kendarai pagi ini. Aku melihat tetanggaku
yang rumahnya
terhalang sekitar empat atau lima rumah dari tempat tinggalku terlihat sedang
sibuk membujuk anak semata wayangnya yang kira-kira masih berumur lima tahun. Aku hanya menerka-nerka mungkin sang anak
tak mau ditinggalkan oleh Ibunya yang notabene adalah seorang wanita karir begitupun Ayahnya yang bekerja full
time. Sang anak hanya ditemani seorang pembantu.
Kulajukan
kembali mobil yang akan membawaku ke pasar swalayan. Rutinitas yang selalu aku
lakukan setiap dua atau tiga hari sekali sejak aku resmi menjadi ibu rumah
tangga di kota ini. Pikiranku melayang mengingat kehidupanku beberapa tahun
yang lalu.
Tak berbeda
dengan sang Ibu
tadi. Ketika aku harus bekerja dari pagi sampai sore bahkan jika pekerjaanku
menuntutku untuk segera menyelesaikannya, aku harus bekerja sampai larut malam.
Begitulah kehidupanku dulu.