“Aku harus
segera tiba di pelabuhan itu tepat waktu...” hanya itu yang ada difikiranku saat ini. Sudah
lama aku memimpikan berada ditempat itu. Ingin sekali aku berlari kencang,
namun entah kenapa langkahku begitu lambat.
Jalan kecil ini membuatku
sulit untuk berlari, jika ada jalan lain, aku pasti mengambil jalan itu. Namun
mau tidak mau, jalan yang ada hanya ini. Licin dan sedikit berbatu.
Berkali-kali aku terpeleset dan terjatuh, aku coba terus berdiri dan melangkah
lalu berjalan lagi. Sesekali aku melihat lalu lalang orang yang akan pergi ke
kebun. Adakah kejenuhan dihidup mereka? tanyaku dalam hati.
Jalan kecil dan
berbatu ini sudah aku lewati, pelabuhan itu belum juga aku lihat, mungkin masih
jauh. Setelah jalan berbatu yang tidak aku sukai, kini aku harus melewati jalan
yang lumayan besar. Tidak seperti jalan sebelumnya, disini aku mendapatkan
sedikit kenyamanan. Aku tidak terlalu lelah karena disepanjang jalan banyak
sekali hal-hal yang bisa aku temui. Cukup panjang perjalanan ini.
Lepas dari semua
itu, aku melihat disana ada seorang wanita yang sedang duduk sambil sesekali
meneguk air yang dibawanya. Aku ingin sekali menghampiri dan ngobrol dengan
dia, tapi ada rasa segan. Tapi aku mencoba menghilangkan rasa itu. Aku dekati dia dan aku sapa. Ternyata
dia tidak sekaku yang aku kira. Sekitar 30 menit aku berbincang dengan wanita
ini. Sangat miris aku dengar ceritanya. Wanita itu ditinggal anak semata wayangnya, sementara suaminya sudah
meninggal sekitar dua tahun yang lalu. Sungguh wanita yang malang.
Sebenarnya aku
sangat ingin sekali meneruskan perbincangan Kami, namun aku harus segera menemukan pelabuhan
itu. Jadi aku coba untuk melanjutkan perjalanan ini.
***
Ini jalan ketiga
yang harus aku tempuh, awalnya aku merasa nyaman di jalan ini. Banyak sekali
pemandangan indah yang bisa aku lihat. Jalan ini besar dan bersih. Aku tak
merasakan kelelahan yang berarti disini. Namun sayang jalan ini begitu pendek,
hingga aku harus menyusuri jalan kecil lagi.
Aku sebenarnya
tak suka dengan jalanan seperti ini, mirip sekali dengan jalanan yang pertama.
Hanya disini tidak licin dan tidak berbatu. Aku terus menyusurinya. Diujung jalan itu, aku menemukan suatu tempat yang sangat indah,
tempat yang memang aku impikan selama ini. Cukup lama aku berada ditempat itu hingga aku mulai
terlupa dengan pelabuhan yang sebenarnya ingin segera aku datangi.
Disini aku
menemukan segalanya, aku menemukan cinta yang utuh, aku menemukan kenyamanan,
aku menemukan kebahagiaan. Aku bisa melepas semua letih, semua lelah, semua
penat, semua jenuh, semua rasa kecewa, semua rasa marah, semua…
Disini aku
menemukan semua yang aku cari…namun, ini bukan tempatku, ini bukan tempat yang
seharusnya aku tinggali, bukan disini…namun kenapa, susah rasanya aku
melangkahkan kaki untuk meninggalkan tempat ini. Aku ingin sekali berteriak
untuk bisa tetap tinggal disini, namun, aku harus pergi.
Dengan berat
hati, aku mencoba
melangkahkan kaki untuk menuju tempat tujuanku seharusnya. Pelabuhan itu memang sudah semakin dekat. Aku sudah
melihat pelabuhan itu didepan mataku. Indah…sangat indah…Ada satu kapal yang
sudah menungguku dan siap membawaku pergi.
Lalu tempat indah itu...??? Aku pasti menyimpannya selalu…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar