10 Apr 2013

Tempat Indah Itu

“Aku harus segera tiba di pelabuhan itu tepat waktu...” hanya itu yang ada difikiranku saat ini. Sudah lama aku memimpikan berada ditempat itu. Ingin sekali aku berlari kencang, namun entah kenapa langkahku begitu lambat.

Jalan kecil ini membuatku sulit untuk berlari, jika ada jalan lain, aku pasti mengambil jalan itu. Namun mau tidak mau, jalan yang ada hanya ini. Licin dan sedikit berbatu. Berkali-kali aku terpeleset dan terjatuh, aku coba terus berdiri dan melangkah lalu berjalan lagi. Sesekali aku melihat lalu lalang orang yang akan pergi ke kebun. Adakah kejenuhan dihidup mereka? tanyaku dalam hati.

Jalan kecil dan berbatu ini sudah aku lewati, pelabuhan itu belum juga aku lihat, mungkin masih jauh. Setelah jalan berbatu yang tidak aku sukai, kini aku harus melewati jalan yang lumayan besar. Tidak seperti jalan sebelumnya, disini aku mendapatkan sedikit kenyamanan. Aku tidak terlalu lelah karena disepanjang jalan banyak sekali hal-hal yang bisa aku temui. Cukup panjang perjalanan ini.


Lepas dari semua itu, aku melihat disana ada seorang wanita yang sedang duduk sambil sesekali meneguk air yang dibawanya. Aku ingin sekali menghampiri dan ngobrol dengan dia, tapi ada rasa segan. Tapi aku mencoba menghilangkan rasa itu. Aku dekati dia dan aku sapa. Ternyata dia tidak sekaku yang aku kira. Sekitar 30 menit aku berbincang dengan wanita ini. Sangat miris aku dengar ceritanya. Wanita itu ditinggal anak semata wayangnya, sementara suaminya sudah meninggal sekitar dua tahun yang lalu. Sungguh wanita yang malang.

Sebenarnya aku sangat ingin sekali meneruskan perbincangan Kami, namun aku harus segera menemukan pelabuhan itu. Jadi aku coba untuk melanjutkan perjalanan ini.

***

Ini jalan ketiga yang harus aku tempuh, awalnya aku merasa nyaman di jalan ini. Banyak sekali pemandangan indah yang bisa aku lihat. Jalan ini besar dan bersih. Aku tak merasakan kelelahan yang berarti disini. Namun sayang jalan ini begitu pendek, hingga aku harus menyusuri jalan kecil lagi.

Aku sebenarnya tak suka dengan jalanan seperti ini, mirip sekali dengan jalanan yang pertama. Hanya disini tidak licin dan tidak berbatu. Aku terus menyusurinya.  Diujung jalan itu, aku menemukan suatu tempat yang sangat indah, tempat yang memang aku impikan selama ini. Cukup lama aku berada ditempat itu hingga aku mulai terlupa dengan pelabuhan yang sebenarnya ingin segera aku datangi.

Disini aku menemukan segalanya, aku menemukan cinta yang utuh, aku menemukan kenyamanan, aku menemukan kebahagiaan. Aku bisa melepas semua letih, semua lelah, semua penat, semua jenuh, semua rasa kecewa, semua rasa marah, semua…

Disini aku menemukan semua yang aku cari…namun, ini bukan tempatku, ini bukan tempat yang seharusnya aku tinggali, bukan disini…namun kenapa, susah rasanya aku melangkahkan kaki untuk meninggalkan tempat ini. Aku ingin sekali berteriak untuk bisa tetap tinggal disini, namun, aku harus pergi.

Dengan berat hati, aku mencoba melangkahkan kaki untuk menuju tempat tujuanku seharusnya. Pelabuhan itu memang sudah semakin dekat. Aku sudah melihat pelabuhan itu didepan mataku. Indah…sangat indah…Ada satu kapal yang sudah menungguku dan siap membawaku pergi.


Lalu tempat indah itu...??? Aku pasti menyimpannya selalu…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar