Setiap perbuatan
pasti ada akibatnya. Mungkin itulah yang sedang dirasakan oleh seorang Kakek diusianya yang semakin senja.
Setiap orang
pasti berharap, diusia tua nanti akan merengkuh kebahagiaan dengan keluarganya. Mungkin itu juga yang diinginkan Kakek tersebut. Lalu kenapa semua bisa
terjadi sebaliknya???
Jalan hidupnya
yang menuntut dia harus seperti itu ataukah ada sesuatu yang terjadi di masa lalu hingga menyebabkan dia
mengalami hal menyedihkan itu.
***
Si Kakek diwaktu masih muda terkenal
seorang yang dermawan, murah hati dan penyayang sesama. Dia seorang kepala
keluarga dengan penuh kasih sayang terhadap anak dan istrinya. Apapun akan
dilakukan untuk kebahagiaan keluarganya.
Dia memiliki
seorang istri yang setia mendampinginya dikala senang maupun susah. Dia memiliki
anak-anak
yang sayang kepadanya. Hidup mereka selalu diliputi kebahagiaan walaupun dalam
keadaan sederhana. Ketika si Kakek jatuh, ada keluarga yang selalu membangunkannya. Begitupun ketika si Kakek bangkit, ada keluarga
yang selalu mendoakannya.
***
Sampai pada
suatu ketika, si Kakek ditugaskan bekerja diluar pulau Jawa untuk mengelola
suatu perkebunan. Asalnya sang istri tidak mengijinkan, tapi demi untuk meningkatkan
taraf hidup yang lebih baik akhirnya sang istri mengijinkan juga.
Tahun pertama,
semua baik-baik saja, kehidupan merekapun berangsur-angsur membaik. Keempat anaknya
bisa di sekolahkan dan dihidupi dengan kehidupan yang lebih baik dari
sebelumnya.
Tahun kedua,
semua masih berjalan sama. Kehidupan berlangsung sangat membaik. Perekonomian
keluarga bisa dikatakan lebih dari cukup.
Tahun ketiga, kehidupan mereka bisa
dikatakan diatas rata-rata. Bukan hanya bisa mencukupi kebutuhan mereka, namun
mereka juga bisa berbagi dengan orang-orang yang tidak mampu.
Tahun keempat,
perekonomian sudah tak usah dibicarakan lagi. Namun ada perubahan dari diri suaminya yang dirasakan
ganjil oleh istrinya. Mungkin naluri seorang istri atau entah hanya perasaan
saja. Sikap si
Kakek dirasakan agak dingin pada
keluarganya. Keluarga bukan semata-mata mengharapkan peningkatan
perekonomian, namun faktor kasih sayang juga harus diutamakan.
Tahun kelima, si Kakek semakin berubah,
bukan hanya kasih sayang yang hilang dari dirinya, namun materi yang
diberikanpun hampir berbeda dengan sebelumnya. Istrinya sering menanyakan hal itu, namun dengan
berbagai alasan si Kakek memberikan penjelasan dan dengan sabar sang istri menerimanya.
***
Tahun berikutnya, malah tak ada kabar dari si Kakek sedikitpun
untuk keluarganya. Sang istri dan keempat
anaknya hanya bisa berharap si Kakek kembali. Pihak
keluarga tidak tinggal diam. Mereka sudah berusaha
mencari si Kakek.
Mereka mencari lewat perusahaan tempat si Kakek bekerja, namun semuanya nihil. Menurut
keterangan mereka, si Kakek sudah berhenti bekerja
beberapa waktu yang lalu dengan alasan tidak mampu lagi bekerja di luar jawa.
Lalu kemana
perginya si Kakek
itu??? Tak ada satu orangpun yang tahu dimana dia. Pihak
keluarga si
Kakekpun seolah menutupi keberadaan si Kakek ketika sang istri
bertanya.
Semenjak si Kakek menghilang, sang
istri harus menyambung hidup sendiri. Menghidupi keempat anak-anaknya adalah suatu hal
yang sangat sulit. Namun dia masih berharap semua bisa kembali normal seperti
sedia kala.
***
Tahun demi tahun
berganti, si Kakek tetap tak pernah ada kabar beritanya lagi. Anak-anak sudah mulai beranjak
dewasa. Sang istri membiayainya hanya dengan mengandalkan keahlian sebagai
buruh disalah satu pabrik. Namun karena kesabaran dan kebesaran-NYA, beliau
bisa menyekolahkan anak-anaknya sampai anaknya bisa bekerja.
Kepergian sang Ayah secara mendadak itu
mungkin sudah dianggap biasa oleh anak-anaknya. Ketidaknyamanan tanpa Ayah juga sudah lumrah
dirasakan mereka. Bahkan ketidaknyamanan itu sudah mereka rasakan sebagai kebiasaan. Yang ada
direncana hidup mereka adalah bagaimana bisa membahagiakan Ibunya.
Lalu kemana si Kakek sebenarnya???
Ada seorang
wanita dimasalalunya yang mencoba memasuki kehidupannya kembali. Seorang janda
yang umurnya tak beda jauh dengan istrinya. Namun memang benar menurut peribahasa kalau rumput tetangga
selalu lebih kelihatan hijau. Walau sebenarnya rumput itu
penuh racun.
Si Kakek menikah lagi dengan
janda dua anak itu dan memutuskan untuk meninggalkan keluarga yang dia cintai
sejak dulu. Keluarga yang selalu dia sayang. Keluarga tak pernah tahu hal itu.
Yang mereka tahu si Kakek pergi dan mereka selalu berharap dia kembali.
Semua yang kita
lakukan pasti selalu ada balasan. Sudah beberapa waktu lamanya, si Kakek terserang penyakit
jantung dan dokter sudah memvonis kondisinya
parah.
Sementara istri
mudanya sudah bosan menjalani hidup dengannya karena penyakit si Kakek yang tak kunjung sembuh.
Pengeluaran untuk biaya rumah sakitpun sudah banyak. Si Kakek sudah tak bisa melakukan apa-apa lagi seperti dulu karena penyakit itu. Istri mudanya
memilih meminta cerai dan meninggalkan si Kakek. Dia melihat suaminya itu sudah tak berguna
lagi.
Sedih dan menyesal…mungkin itu
yang dirasakan si Kakek saat itu. Maksud hati ingin kembali ke kehidupan yang dulu bersama
sang istri dan anak-anaknya. Namun itu sudah tak mungkin. Apalagi ketika si Kakek mendapat kabar bahwa
anak dan istrinya sudah berhasil.
***
Kini…si Kakek hanya bisa merenung,memikirkan
kehidupan
selanjutnya. Menjadi seorang peminta-minta di kereta tua itu menjadi profesinya sekarang. Setiap pagi, setiap
siang, setiap sore, bahkan malam, yang dilihatnya hanya lalu lalang orang. Dia berharap ada iba dari mereka untuknya.
Apa ini balasan
untuknya??? Ataukah
ini pelajaran hidup untuknya??? Yang pasti saat ini yang
bisa dilakukan si Kakek tua itu hanya berusaha untuk bisa mempertahankan hidupnya di kereta tua itu. Entah sampai kapan dia
mampu bertahan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar