25 Apr 2017

Kakek Tua Itu

Setiap perbuatan pasti ada akibatnya. Mungkin itulah yang sedang dirasakan oleh seorang Kakek diusianya yang semakin senja.

Setiap orang pasti berharap, diusia tua nanti akan merengkuh kebahagiaan dengan keluarganya. Mungkin itu juga yang diinginkan Kakek tersebut. Lalu kenapa semua bisa terjadi sebaliknya???

Jalan hidupnya yang menuntut dia harus seperti itu ataukah ada sesuatu yang terjadi di masa lalu hingga menyebabkan dia mengalami hal menyedihkan itu.

***

Si Kakek diwaktu masih muda terkenal seorang yang dermawan, murah hati dan penyayang sesama. Dia seorang kepala keluarga dengan penuh kasih sayang terhadap anak dan istrinya. Apapun akan dilakukan untuk kebahagiaan keluarganya.

Dia memiliki seorang istri yang setia mendampinginya dikala senang maupun susah. Dia memiliki anak-anak yang sayang kepadanya. Hidup mereka selalu diliputi kebahagiaan walaupun dalam keadaan sederhana. Ketika si Kakek jatuh, ada keluarga yang selalu membangunkannya. Begitupun ketika si Kakek bangkit, ada keluarga yang selalu mendoakannya.

***

Sampai pada suatu ketika, si Kakek ditugaskan bekerja diluar pulau Jawa untuk mengelola suatu perkebunan. Asalnya sang istri tidak mengijinkan, tapi demi untuk meningkatkan taraf hidup yang lebih baik akhirnya sang istri mengijinkan juga.

Tahun pertama, semua baik-baik saja, kehidupan merekapun berangsur-angsur membaik. Keempat anaknya bisa di sekolahkan dan dihidupi dengan kehidupan yang lebih baik dari sebelumnya.

Tahun kedua, semua masih berjalan sama. Kehidupan berlangsung sangat membaik. Perekonomian keluarga bisa dikatakan lebih dari cukup.

Tahun ketiga, kehidupan mereka bisa dikatakan diatas rata-rata. Bukan hanya bisa mencukupi kebutuhan mereka, namun mereka juga bisa berbagi dengan orang-orang yang tidak mampu.

Tahun keempat, perekonomian sudah tak usah dibicarakan lagi. Namun ada perubahan dari diri suaminya yang dirasakan ganjil oleh istrinya. Mungkin naluri seorang istri atau entah hanya perasaan saja. Sikap si Kakek dirasakan agak dingin pada keluarganya. Keluarga bukan semata-mata mengharapkan  peningkatan perekonomian, namun faktor kasih sayang juga harus diutamakan.

Tahun kelima, si Kakek semakin berubah, bukan hanya kasih sayang yang hilang dari dirinya, namun materi yang diberikanpun hampir berbeda dengan sebelumnya. Istrinya sering menanyakan hal itu, namun dengan berbagai alasan si Kakek memberikan penjelasan dan dengan sabar sang istri menerimanya.

***

Tahun berikutnya, malah tak ada kabar dari si Kakek sedikitpun untuk keluarganya. Sang istri dan keempat anaknya hanya bisa berharap si Kakek kembali. Pihak keluarga tidak tinggal diam. Mereka sudah berusaha mencari si Kakek. Mereka mencari lewat perusahaan tempat si Kakek bekerja, namun semuanya nihil. Menurut keterangan mereka, si Kakek sudah berhenti bekerja beberapa waktu yang lalu dengan alasan tidak mampu lagi bekerja di luar jawa.

Lalu kemana perginya si Kakek itu??? Tak ada satu orangpun yang tahu dimana dia. Pihak keluarga si Kakekpun seolah menutupi keberadaan si Kakek ketika sang istri bertanya.

Semenjak si Kakek menghilang, sang istri harus menyambung hidup sendiri. Menghidupi keempat anak-anaknya adalah suatu hal yang sangat sulit. Namun dia masih berharap semua bisa kembali normal seperti sedia kala.

***

Tahun demi tahun berganti, si Kakek tetap tak pernah ada kabar beritanya lagi. Anak-anak sudah mulai beranjak dewasa. Sang istri membiayainya hanya dengan mengandalkan keahlian sebagai buruh disalah satu pabrik. Namun karena kesabaran dan kebesaran-NYA, beliau bisa menyekolahkan anak-anaknya sampai anaknya bisa bekerja.

Kepergian sang Ayah secara mendadak itu mungkin sudah dianggap biasa oleh anak-anaknya. Ketidaknyamanan tanpa Ayah juga sudah lumrah dirasakan mereka. Bahkan ketidaknyamanan itu sudah mereka rasakan sebagai kebiasaan. Yang ada direncana hidup mereka adalah bagaimana bisa membahagiakan Ibunya.

Lalu kemana si Kakek sebenarnya???

Ada seorang wanita dimasalalunya yang mencoba memasuki kehidupannya kembali. Seorang janda yang umurnya tak beda jauh dengan istrinya. Namun memang benar menurut peribahasa kalau rumput tetangga selalu lebih kelihatan hijau.  Walau sebenarnya rumput itu penuh racun.

Si Kakek menikah lagi dengan janda dua anak itu dan memutuskan untuk meninggalkan keluarga yang dia cintai sejak dulu. Keluarga yang selalu dia sayang. Keluarga tak pernah tahu hal itu. Yang mereka tahu si Kakek pergi dan mereka selalu berharap dia kembali.

Semua yang kita lakukan pasti selalu ada balasan. Sudah beberapa waktu lamanya, si Kakek terserang penyakit jantung dan dokter sudah memvonis kondisinya parah. Sementara istri mudanya sudah bosan menjalani hidup dengannya karena penyakit si Kakek yang tak kunjung sembuh. Pengeluaran untuk biaya rumah sakitpun sudah banyak. Si Kakek sudah tak bisa melakukan apa-apa lagi seperti dulu karena penyakit itu. Istri mudanya memilih meminta cerai dan meninggalkan si Kakek. Dia melihat suaminya itu sudah tak berguna lagi.

Sedih dan menyesal…mungkin itu yang dirasakan si Kakek saat itu. Maksud hati ingin kembali ke kehidupan yang dulu bersama sang istri dan anak-anaknya. Namun itu sudah tak mungkin. Apalagi ketika si Kakek mendapat kabar bahwa anak dan istrinya sudah berhasil.

***

Kini…si Kakek hanya bisa merenung,memikirkan kehidupan selanjutnya. Menjadi seorang peminta-minta di kereta tua itu menjadi profesinya sekarang. Setiap pagi, setiap siang, setiap sore, bahkan malam, yang dilihatnya hanya lalu lalang orang. Dia berharap ada iba dari mereka untuknya.


Apa ini balasan untuknya??? Ataukah ini pelajaran hidup untuknya??? Yang pasti saat ini yang bisa dilakukan si Kakek tua itu hanya berusaha untuk bisa mempertahankan hidupnya di kereta tua itu. Entah sampai kapan dia mampu bertahan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar